Dalam pernyataannya di media sosial X, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan seluruh rudal yang ditembakkan Iran berhasil dicegat sehingga tidak mengenai sasaran.
"Pasukan Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan beberapa rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah," tulis CENTCOM, dikutip Rabu, 29 Juli 2026.
CENTCOM tidak mengungkap lokasi pangkalan yang menjadi target serangan. Namun, mengutip laporan Axios yang bersumber dari seorang pejabat AS, rudal tersebut disebut diarahkan ke pangkalan militer AS di Yordania.
Di saat yang sama, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan adanya "aktivitas mencurigakan" di Laut Merah. Seorang kapten kapal tanker dilaporkan mendengar suara ledakan ketika melintas di wilayah Laut Merah bagian selatan. Hingga kini belum dipastikan apakah insiden tersebut berkaitan dengan kelompok Houthi.
Kelompok Houthi sebelumnya mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah pada pekan lalu. Serangan itu kemudian dibalas oleh Arab Saudi sehingga menambah ketegangan di kawasan.
Serangan rudal Iran ini terjadi ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah melakukan kunjungan ke Gedung Putih untuk bertemu Presiden Donald Trump. Pertemuan tersebut sebelumnya dijadwalkan membahas perkembangan konflik di Timur Tengah, termasuk langkah lanjutan AS dan Israel terhadap Iran.
BERITA TERKAIT: