Pihak AS mengatakan serangan dilakukan setelah pasukannya mendeteksi anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sedang bersiap meluncurkan roket yang membawa ranjau laut ke jalur pelayaran di selat tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi serangan itu. Juru bicara CENTCOM, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, mengatakan pasukan AS melihat aktivitas persiapan peluncuran sebelum melakukan serangan.
“Saya dapat memastikan bahwa hari ini pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak. Pasukan Korps Garda Revolusi Islam terlihat bersiap meluncurkan roket dengan ranjau laut ke Selat Hormuz,” kata Hawkins dalam sebuah pernyataan, dikutip dari
Politico, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Hawkins, pasukan AS sebelumnya telah melakukan operasi untuk membersihkan ranjau laut dari jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Operasi tersebut diselesaikan pada pekan lalu.
“Pasukan AS memantau area tersebut dengan cermat dan tetap siap untuk melindungi arus perdagangan bebas melalui jalur air penting ini,” ujar Hawkins.
Serangan tersebut menjadi serangan AS pertama yang diakui secara terbuka terhadap posisi Iran sejak akhir Juli, menurut Associated Press (AP). Konflik yang telah memasuki bulan keenam itu juga terus mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz, salah satu jalur terpenting bagi pengiriman energi dunia.
Selat Hormuz memiliki posisi strategis karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar global. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan ini berpotensi meningkatkan risiko terhadap pasokan energi dunia.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengakui serangan tersebut dan melaporkan adanya korban jiwa. Menurut AP, Iran juga menyatakan akan membalas serangan AS tersebut.
BERITA TERKAIT: