Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan, jaminan keamanan itu ditujukan untuk semua negara-negara yang mendukung Ukraina, baik anggota dan bukan anggota NATO.
"Kami memang membutuhkan jaminan keamanan dari negara-negara terkemuka, selain AS, Inggris, Jerman, Prancis, Turki. Saya hanya menyebutkan negara-negara yang telah mengatakan bahwa mereka siap menjadi penjamin," kata Zelensky.
Israel dan Irlandia termasuk di antara negara-negara yang telah menawarkan jaminan keamanan ke Ukraina. Zelensky berharap China juga akan bergabung.
"Kami ingin China menjadi negara selanjutnya yang bergabung," harap Zelensky, seperti dikutip dari
TASS. Zelensky bahkan ingin Rusia juga bergabung dalam kesepakatan jaminan keamanan. "Itu akan menjadi kesepakatan antara Ukraina dan Rusia. Rusia "perlu terikat" dengan perjanjian itu, karena merupakan pihak dalam konflik," kata Zelensky.
Anggota delegasi Kiev, Alexander Chaly, mengatakan bahwa Ukraina setuju untuk mengadopsi status netral dan non-nuklir jika diberikan jaminan keamanan, yang "isi dan bentuknya harus serupa dengan Pasal 5" dari Perjanjian Atlantik Utara. Jaminan tersebut harus mencakup bantuan militer dan penetapan daerah larangan terbang.
Keinginan itu ia kemukakan setelah tiga hari konsultasi untuk mencari solusi diplomatik.
BERITA TERKAIT: