Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai, Amerika Serikat tidak ingin mengulangi kesalahan besar dalam sejarahnya, terutama terkait serangan Pearl Harbor yang menurutnya terjadi akibat adanya kebocoran dan kelemahan dari dalam.
Ia juga menyinggung insiden penembakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai menunjukkan adanya ancaman serius di internal politik Amerika sendiri.
“Tidak menutup kemungkinan yang menembak itu orang-orang dekat Trump sendiri,” kata Amir, dikutip Selasa 19 Mei 2026.
Di mata Amir, dinamika global saat ini semakin sulit diprediksi. Ketegangan di Laut China Selatan terjadi hampir setiap hari dan menjadi indikator bahwa persaingan dua kekuatan besar dunia semakin terbuka.
Ia juga menyoroti hubungan antara Donald Trump dengan Xi Jinping yang disebut mengalami penurunan kedekatan dibanding sebelumnya.
“Gesekan di Laut China Selatan tiap hari terjadi. Pendekatan Trump dengan Xi Jinping membuat eskalasi Laut China Selatan menurun," kata Amir.
Persoalannya sekarang, apakah Indonesia nanti dijadikan wilayah pertempuran, atau minimal wilayah sekitar Indonesia dijadikan arena pengamanan aset strategis mereka.
Meski demikian, Amir meyakini Amerika Serikat dan China sejatinya tidak menginginkan Indonesia menjadi medan perang terbuka. Sebab posisi Indonesia dinilai terlalu strategis secara ekonomi maupun geopolitik.
BERITA TERKAIT: