Dalam wawancara dengan penyiar publik Jerman ZDF, Zelensky menyebut dua tokoh yang terlibat dalam upaya mediasi, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner tidak memiliki waktu untuk Ukraina karena tengah fokus melakukan pembicaraan dengan Iran.
Menurutnya kondisi tersebut berdampak langsung terhadap upaya diplomasi dan dukungan militer bagi Kyiv. Untuk itu, Zelensky mendesak agar AS tidak mengesampingkan Ukraina dan bisa lebih tegas terhadap Rusia.
"Jika Amerika Serikat tidak menekan Putin dan hanya terlibat dalam dialog yang lembut dengan Rusia, maka mereka tidak akan lagi takut," ujarnya, seperti dikutip dari
AFP, Rabu, 15 April 2026.
Di sisi lain, Zelensky mengungkapkan bahwa pengiriman senjata dari AS kini semakin sedikit diakibatkan perang Iran.
“Jika perang berlanjut, akan ada lebih sedikit senjata untuk Ukraina. Ini sangat penting, terutama dalam hal material untuk pertahanan udara,” ujarnya seraya menyoroti krusialnya pasokan sistem pertahanan udara.
Mandeknya diplomasi semakin terasa sejak pecahnya perang Iran pada 28 Februari.
Upaya yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik disebut terhenti, bahkan negosiator Rusia dan Ukraina belum kembali bertemu sejak Februari di Jenewa.
BERITA TERKAIT: