Lewat saluran Telegram, Pasukan Penjaga Perbatasan Belarusia mengungkapkan justru Polandia yang melakukan provokasi dengan tuduhannya itu.
“Postingan yang diunggah Kementerian Pertahanan Polandia di Twitter pada 1 Desember, tidak lain adalah provokasi. Rupanya, pihak Polandia tidak menyukai ketenangan, apa yang diunggahnya itu memicu eskalasi ketegangan lebih lanjut di perbatasan,†kata Pasukan Penjaga Perbatasan Rusia, seperti dikutip dari
Moscow Times. Pasukan itu menjelaskan bahwa jarak dari garis perbatasan ke tiang lampu Polandia terlalu jauh untuk sebuah tembakan yang akurat dengan senjata pneumatik. Sehingga tidak masuk akal jika ada lampu di perbatasan yang rusak oleh tembakan senjata tersebut.
"Lagipula, semua petugas patroli hanya membawa senjata tempur saat bertugas," tambah Pasukan.
Pasukan menyesalkan sikap pejabat Polandia yang sering mengeluarkan tuduhan dan setelahnya langsung melupakan tanpa memberikan klarifikasi dan bukti-bukti. Belakangan, semakin banyak pejabat Polandia yang mengeluarkan pernyataan provokatif yang tidak ada hubungannya dengan kenyataan, dan semua tuduhan yang dilontarkan terhadap pihak Belarusia adalah produk dari imajinasi mereka.
"Polandia dengan sengaja menyebarkan berita palsu untuk menyembunyikan dari publik gambaran sebenarnya dari peristiwa di perbatasan," ujar Pasukan.
Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Polandia mengaku tiang-tiang penerangan di perbatasan telah ditembak dan mereka menuduh Pasukan Penjaga Perbatasan Belarusia yang melakukannya. Kementerian menyatakan niatnya untuk memanggil atase militer Belarusia atas insiden tersebut.
BERITA TERKAIT: