Pesan “No More Mr. Nice Guy!” dari Trump Perkeruh Konflik AS-Iran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 30 April 2026, 07:40 WIB
Pesan “No More Mr. Nice Guy!” dari Trump Perkeruh Konflik AS-Iran
Unggahan Presiden AS Donald Trump di Truth Social (Akun Truth Social @realDonaldTrump)
rmol news logo Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu ketegangan dengan Iran melalui unggahan keras di media sosial Truth Social.

Dalam unggahannya, Trump menampilkan gambar hasil AI yang memperlihatkan dirinya memegang senapan bergaya militer dengan latar ledakan besar bertuliskan “No More Mr. Nice Guy!”. 

Visual dramatis tersebut mempertegas nada ancaman terhadap Teheran di tengah kebuntuan negosiasi.

“Iran tidak becus. Mereka tidak tahu cara menandatangani kesepakatan non-nuklir. Sebaiknya mereka segera pintar!” tulis Trump, dikutip dari CNBC, Kamis (30 April 2026).

Pernyataan itu muncul di tengah situasi yang kian memanas, terutama akibat blokade di Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada stabilitas energi global.

Upaya diplomasi antara AS dan Iran pun tampak mandek. Rencana keberangkatan negosiator AS ke Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan dibatalkan oleh Trump. Ia menegaskan posisi AS saat ini berada di atas angin.

“Kita memegang kendali penuh. Jika Iran ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kita,” ujarnya dalam wawancara dengan media AS.

Sebelumnya, Iran mengajukan proposal pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat AS menghentikan blokade terhadap pelabuhan Iran serta mengakhiri konflik yang berlangsung. Namun, proposal tersebut belum mendapat respons positif dari Washington dan dilaporkan justru memicu ketidakpuasan Trump.

Ketegangan geopolitik ini segera berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah AS (WTI) dan Brent tercatat melonjak hampir 3 persen setelah unggahan tersebut.

Situasi semakin kompleks dengan keputusan Uni Emirat Arab yang akan keluar dari OPEC mulai 1 Mei 2026, yang berpotensi menambah tekanan terhadap pasokan energi dunia. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA