Mengutip laporan pemerintah Belarus
Belta, Jumat, 27 Maret 2026, Lukashenko memberikan senapan otomatis itu sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu muncul ancaman dari pihak lawan.
Kim membalas dengan memberikan pedang serta vas bergambar potret Lukashenko, menandai eratnya hubungan personal sekaligus diplomatik antara kedua pemimpin tersebut.
Dalam pernyataannya, Lukashenko melontarkan pujian terhadap masa depan Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim.
“Sebagai seorang teman, sebagai seseorang yang telah melihat segalanya di dunia ini, saya dapat mengatakan kepada Anda: masa depan yang cerah menanti negara Anda dengan rakyat yang pekerja keras dan disiplin ini,” ungkap Lukashenko.
Ia juga mengapresiasi perjanjian persahabatan sebagai fondasi penting bagi hubungan kedua negara di tengah situasi global yang dinilainya kian tidak menentu.
"Negara-negara harus memperkuat kerja sama dalam melindungi kedaulatan mereka dan meningkatkan kesejahteraan warga negara kita," tegasnya.
Sementara Kim menegaskan perjanjian Korea Utara dan Belarusia tersebut akan menjamin perkembangan hubungan bilateral yang stabil, sekaligus membuka ruang kerja sama lebih luas di berbagai sektor.
Kedekatan Belarus dan Korea Utara terjadi di tengah tekanan Barat terhadap keduanya, terutama terkait dugaan pelanggaran HAM serta dukungan terhadap Rusia dalam perang di Ukraina.
BERITA TERKAIT: