Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Oposisi Belarusia Minta Trump Hukum Lukashenko, Bukan Beri Hadiah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Senin, 07 Juli 2025, 13:08 WIB
Oposisi Belarusia Minta Trump Hukum Lukashenko, Bukan Beri Hadiah
Sviatlana Tsikhanouskaya/Net
rmol news logo Pemimpin oposisi Belarusia di pengasingan, Sviatlana Tsikhanouskaya, menyerukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak melonggarkan tekanan terhadap Presiden Alexander Lukashenko, meskipun rezim otoriter itu baru saja membebaskan suaminya, Siarhei Tsikhanouski, dari penjara.

Tsikhanouskaya mengungkapkan kelegaannya setelah mendengar suara suaminya untuk pertama kali dalam lebih dari dua tahun. 

Namun, ia menegaskan bahwa pembebasan ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menormalisasi hubungan dengan Minsk atau mengurangi sanksi internasional terhadap rezim Lukashenko.

“Jangan menormalkan situasi di mana orang-orang dibebaskan karena beberapa konsesi dari pihak Anda, pelunakan sanksi atau publisitas. Lukashenko harus dihukum, bukan diberi hadiah," kata Tsikhanouskaya dalam wawancara dengan POLITICO pada Senin, 7 Juli 2025. 

Siarhei Tsikhanouski, seorang mantan blogger dan penantang utama Lukashenko dalam pemilu presiden 2020, dijatuhi hukuman 18 tahun penjara oleh rezim karena dituduh menghasut kebencian dan keresahan sosial. 

Ia dibebaskan pada pertengahan Juni 2025, dalam sebuah kesepakatan yang dilaporkan dimediasi oleh utusan khusus AS Keith Kellogg.

Tsikhanouski menelepon istrinya dari perbatasan Belarus?"Lituania dan berkata, “Istriku tersayang, aku bebas.”

Pertemuan mereka di Kedutaan Besar AS di Vilnius berlangsung emosional. Tsikhanouskaya menggambarkan kondisi suaminya yang sangat berubah akibat penyiksaan fisik dan mental di penjara.

“Saya hampir tidak percaya ini. Selama ini, saya yakin bahwa ia akan menjadi salah satu orang terakhir yang akan dibebaskan dari penjara. Namun, siapa yang mengerti logika rezim ini?” ujarnya. 

“Tentu saja, ada lautan air mata, pelukan. Namun penjara banyak mengubah orang. Seperti wajah yang pucat, orang yang sangat kurus,” tambah Tsikhanouski, menggambarkan kondisi sang suami yang bahkan sempat lupa cara berbicara, dan nyaris tidak dikenali oleh putrinya.

Tsikhanouskaya mendesak Presiden Trump untuk tidak terjebak dalam strategi Lukashenko yang kerap membebaskan tahanan politik sebagai alat tawar demi mendapatkan pengakuan dan kredibilitas internasional.

“Saya percaya bahwa mitra Amerika tahu dengan siapa mereka berhadapan. Anda tidak dapat memberi penghargaan kepada agresor, tidak boleh ada perdamaian tanpa keadilan,” lanjut Tsikhanouskaya. 

Seruan Tsikhanouskaya datang di tengah meningkatnya kehadiran diplomatik AS di Minsk dan kekhawatiran bahwa Gedung Putih di bawah Trump mungkin akan memberikan kelonggaran kepada Lukashenko demi mendapatkan dukungan dalam isu-isu lain, termasuk perang di Ukraina.

Sementara itu, Trump baru-baru ini mengaku frustasi dalam upayanya bernegosiasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait penghentian perang di Ukraina. 

Ia mengatakan tidak membuat kemajuan apa pun setelah percakapan telepon terakhir mereka, dan beberapa jam kemudian Rusia meluncurkan salah satu serangan terbesar terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv.

Meski demikian, Gedung Putih sejauh ini menolak permintaan Eropa untuk meningkatkan sanksi terhadap Moskow, dan lebih menekan Ukraina untuk membuat konsesi dalam proses damai yang belum menunjukkan hasil.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA