Sanksi AS Sejak 2006 Terhadap Belarusia Yang Mestinya Berakhir Bulan Ini, Diperpanjang Setahun Lagi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 09 Juni 2021, 11:16 WIB
Sanksi AS Sejak 2006 Terhadap Belarusia Yang Mestinya Berakhir Bulan Ini, Diperpanjang Setahun Lagi
Presiden AS Joe Biden/Net
rmol news logo Amerika Serikat memperpanjang saksi terhadap Belarusia selama satu tahun. Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Joe Biden pada Selasa (8/6) telah memperpanjang Perintah Eksekutif 13405 tahun 2006 yang menjatuhkan sanksi kepada pejabat di Belarus.

Biden mengatakan bahwa tindakan otoritas Belarusia terus menimbulkan ancaman luar biasa terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat sehingga perlu untuk memperpanjang sanksi yang semestinya selesai pada 16 Juni 2021  selama satu tahun ke depan.

Dekrit atas sanksi Belarusia pertama kali dikeluarkan pada tahun 2006 oleh Presiden George Bush

Sanksi tersebut dijatuhkan pada kepemimpinan Belarusia pada Juni 2006, setelah 'pemilihan yang pada dasarnya tidak demokratis' yang telah berlangsung beberapa bulan sebelumnya.

Perpanjangan sanksi ini keluar tepat sebulan setelah peristiwa pengalihan pendaratan pesawat Ryanair.

Daftar hitam pejabat Belarusia yang terkena sanksi adalah presiden, ketua Dewan Keamanan Belarusia, menteri dalam negeri dan kehakiman, kepala dinas keamanan negara KGB, kepala Komisi Pemilihan Pusat, kepala penyiar TV dan radio nasional dan lain-lain.

Gedung Putih mencatat bahwa 'pelanggaran hak asasi manusia yang terkait dengan represi politik, termasuk penahanan dan penghilangan, serta korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan' yang tercatat pada waktu itu masih terus berlangsung hingga hari ini.

Belarusia tengah dirundung sanksi. Pada April, Departemen Keuangan AS kembali memberlakukan sanksi kepada sembilan perusahaan industri petrokimia Belarus karena 'pengabaian hak asasi manusia secara terang-terangan oleh otoritas Belarusia' dan kegagalan Belarus untuk mematuhi kewajibannya di bawah hukum internasional.

Selain AS, Uni Eropa juga sedang menyiapkan sanksi terhadap perwakilan otoritas Belarusia yang bertanggung jawab atas pendaratan paksa pesawat Ryanair di Minsk. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA