Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Rabu, 10 Juni 2026, 17:51 WIB
Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat
Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto meminta kader Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tampil sebagai pelopor pengusaha nasionalis yang tidak hanya sukses membangun bisnis, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Pesan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Novotel, Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

Di hadapan para pengusaha muda, Prabowo menegaskan bahwa mencari keuntungan dan mengumpulkan kekayaan merupakan hal yang wajar. 

Namun, kekayaan yang diperoleh harus dimanfaatkan untuk tujuan yang baik dan membantu masyarakat yang masih membutuhkan.

"Pengusaha, haruslah jadi pengusaha yang patriotik. Saudara memupuk kekayaan saya kira semua ajaran apakah agama apakah filosofi semua ajaran kekayaan yang kau dapatkan dengan baik, gunakanlah untuk tujuan yang baik. Gunakanlah untuk membantu orang yang belum mampu baru indonesia akan bangkit," ujarnya.

Prabowo mengingatkan masa depan Indonesia tidak akan cerah apabila para pemilik modal hanya berorientasi pada kepentingan pribadi tanpa memperhatikan kondisi rakyat di sekitarnya. 

"Tapi, kalau saudara kaya raya, habis itu kekayaannya kau bawa lari di luar negeri dan kau tidak perduli dengan rakyat sekitarmu masa depan bangsa kita tidak akan baik," tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menilai para pengusaha merupakan kunci kebangkitan suatu bangsa karena berperan menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda ekonomi.

Oleh sebab itu, pemerintah berkewajiban menciptakan iklim usaha yang sehat melalui kepastian hukum dan penegakan aturan yang adil. 

"Pemerintah harus membuat keadaan yang baik untuk para pengusaha. Keadaan yang baik itu antara lain hukum harus kita tegakkan. Kalau kita tidak tegakkan hukum ya h terjadi adalah hukum rimba, hukum liar hukum yang terjadi adalah hukum berdasarkan kekuatan dan di ujungnya tidak baik bagi kita semua," pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA