Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa Pompeo akan mengunjungi Tokyo pada hari Minggu (4/10) waktu setempat, di mana dia akan bertemu dengan rekan-rekannya yakni Australia, India, dan Jepang untuk pembicaraan keamanan antara pengelompokan Quad yang strategis, yang dipandang sebagai respons terhadap kekuatan China yang tumbuh.
Namun, dia mengatakan telah membatalkan rencananya untuk mengunjungi Korea Selatan dan Mongolia.
Shi Yinhong, seorang ahli hubungan internasional dari Renmin University di Beijing mengatakan, perjalanan singkat Pompeo ke Asia tidak akan mengubah ‘normal baru’ anti-China yang digembar-gemborkan oleh pemerintahan Trump.
“Gambaran besarnya tetap sama bahwa AS mendorong Quad sebagai garis depan baru untuk melawan China,†kata Shi, seperti dikutip dari
SCMP, Minggu (4/10).
“AS akan secara aktif membentuk dan meningkatkan aliansi anti-China dengan negara-negara lain di kawasan - Mongolia, misalnya, dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan Jepang dan AS di masa depan,†katanya.
Analis mengatakan Pompeo kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran tentang pengaruh strategis China yang tumbuh di luar negeri, seperti pemerintahan Trump yang meningkatkan kritiknya terhadap Beijing - terutama atas respons negaranya terhadap pandemi virus corona - menjelang pemilihan AS pada bulan November.
Pang Zhongying, seorang spesialis hubungan internasional di Ocean University of China, mengatakan walaupun kondisi Trump sedang dalam perawatan, ada alasan mengapa Pompeo tetap melanjutkan rencana kunjungannya itu.
“Ada alasan bagi Pompeo untuk mengunjungi Jepang meskipun Trump terinfeksi, seperti karena Jepang memiliki Perdana Menteri baru dan pertemuan Quad di Jepang. Terlepas dari perubahan jadwalnya, kebijakan luar negeri utama Trump akan terus berlanjut, dan ini termasuk bermitra dengan lebih banyak negara kawasan untuk melawan pengaruh China."
Beijing telah mengecam Pompeo secara khusus karena mempermainkan teori 'ancaman China' -nya di seluruh dunia, saat dia membunyikan alarm secara global tentang masalah-masalah seperti keberlanjutan investasi China dan keamanan teknologi China.
Yun Sun, seorang rekan senior di Stimson Center yang berbasis di Washington, mengatakan: “Beijing melihat kritik AS terhadap China dimotivasi oleh motif tersembunyi, bahwa ini bukan tentang apakah yang dilakukan China itu benar atau salah, tetapi tentang keinginan AS untuk merusak pengaruh China.â€
Sementara di Eropa minggu lalu, Paus menolak bertemu Pompeo setelah komentarnya yang memperingatkan bahwa jika Vatikan memperbarui perjanjian dengan China, hal itu dapat membahayakan otoritas moralnya.
Kunjungan Pompeo ke Asia Timur, yang pertama ke kawasan itu dalam lebih dari setahun, terjadi pada saat hubungan AS dengan Beijing berada pada kondisi terburuk dalam beberapa dekade.
BERITA TERKAIT: