Dilaporkan oleh Reuters, emas spot merosot 0,9 persen ke posisi 4.697,06 Dolar AS per ons, menjauh dari rekor puncaknya seiring memudarnya reli logam mulia. Sepanjang sesi perdagangan Kamis tersebut, logam mulia ini bahkan sempat merosot lebih dari 1 persen ke posisi 4.663,69 Dolar AS per ons
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni ditutup melemah 0,6 persen menjadi 4.724 Dolar AS per ons.
Pemicu utama pelemahan ini adalah memanasnya situasi antara AS dan Iran di Selat Hormuz yang melambungkan harga minyak Brent hingga di atas 100 Dolar AS per barel.
Lonjakan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi baru, yang diprediksi akan memaksa Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut memukul daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Tekanan bagi pemegang emas kian berat menyusul penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury tenor 10 tahun ke level tertinggi dalam seminggu.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami aksi jual masif, dengan perak anjlok 2,7 persen, platinum merosot 3,2 persen, dan paladium ambles hingga 5 persen.
BERITA TERKAIT: