Menurut Morrison, paket itu merupakan bagian dari tahap ketiga dari stimulus fiskal di mana pemerintah membayar subsidi upah sebesar 1.500 dolar Australia per karyawan untuk setiap dua pekan.
Itu dilakukan guna membantu bisnis dan agar orang tetap bekerja.
"Sekarang adalah waktu untuk menggali lebih dalam," ujar Morrison kepada wartawan di Canberra pada Senin (30/3).
"Kita hidup di zaman yang belum pernah terjadi sebelumnya," imbuhnya seperti yang dimuat
The Straits Times.
Sebelumnya, pemerintah juga telah menganggarkan 80 miliar dolar Australia untuk dukungan fiskal.
Sehingga jumlah dukungan saat ini menjadi 320 miliar dolar Australia atau 16,4 persen dari produk domestik bruto Australia.
Sejak mewabah di Australia, virus corona atau Covid-19 telah menghancurkan ekonomi dan tingkat pengangguran yang sudah melonjak hingga 12 persen, dari 5,1 persen pada Februari.
Menurut data dari Johns Hopkins, Australia memiliki jumlah infeksi sebanyak 4.197 kasus, dengan 17 orang meninggal dunia dan 244 telah pulih.
BERITA TERKAIT: