Pernyataan itu disampaikan Xi Jinping sehari setelah merampungkan latihan militer besar-besaran di sekitar pulau tersebut.
"Penyatuan kembali tanah air kita, sebuah tren zaman tidak dapat dihentikan," ujar Xi, dikutip dari
AP, Kamis, 1 Januari 2026.
Xi mengklaim Taiwan bagian dari wilayah Tiongkok. Maka dari itu, ia menyebut tidak menutup kemungkinan akan mengerahkan segala kekuatan untuk mewujudkan penyatuan tersebut.
Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok sebelumnya menggelar latihan militer bertajuk Misi Keadilan 2025 dengan simulasi blokade pelabuhan utama Taiwan dan pelibatan angkatan darat, laut, udara, serta pasukan roket.
Taiwan melaporkan, setidaknya 200 pesawat tempur dikerahkan dan 27 rudal ditembakkan ke wilayahnya, beberapa di antaranya jatuh dekat garis pantai.
Meski latihan telah berakhir, Taiwan tetap siaga dengan puluhan kapal. Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa pun telah mengkritik langkah militer Beijing.
Presiden Taiwan Lai Ching-te sebelumnya menegaskan akan terus mempertahankan kedaulatan di tengah eskalasi ketegangan kawasan.
"Mengatasi ambisi Beijing yang mengkhawatirkan, Taiwan tidak punya waktu untuk menunggu," ujar Presiden Taiwan Lai Ching-te.
BERITA TERKAIT: