Dalam unggahan di Truth Social pada Rabu, 31 Desember 2025, Trump mengejek kewarganegaraan Prancis yang baru diperoleh George dan Amal Clooney. Ia menyatakan “lega” karena pasangan tersebut pindah, serta menyebut mereka sebagai “peramal politik terburuk sepanjang masa.”
Trump juga meremehkan kemampuan akting Clooney, menilai film-filmnya “biasa-biasa saja” dan tidak mencerminkan status bintang besar.
“George Clooney mendapatkan lebih banyak publisitas dari politik dibandingkan film-filmnya yang sangat biasa-biasa saja. Dia bukan bintang film, hanya orang biasa yang terus mengeluh soal politik,” tulis Trump, dikutip dari Screen Rant, Kamis, 1 Januari 2026.
Komentar ini muncul setelah The New York Times dan sejumlah media lain mengonfirmasi bahwa pemerintah Prancis telah memberikan kewarganegaraan kepada George dan Amal Clooney, serta anak-anak mereka. Meski demikian, keluarga Clooney masih mempertahankan kewarganegaraan AS dan belum menyatakan niat untuk melepaskannya.
Unggahan Trump diduga dipicu oleh wawancara Clooney dengan majalah Variety saat mempromosikan film terbarunya, Jay Kelly. Dalam wawancara itu, Clooney mengungkap bahwa ia pernah memiliki hubungan cukup baik dengan Trump di masa lalu.
Clooney mengatakan mereka sering berbincang, dan Trump bahkan pernah membantunya mendapatkan akses rumah sakit untuk menjalani operasi. Namun, hubungan itu berubah setelah Clooney mulai aktif di dunia politik, yang kemungkinan besar membuat Trump tersinggung.
Selain menyerang Clooney, Trump juga menyinggung Prancis secara umum. Ia menuduh negara tersebut gagal mengendalikan kejahatan akibat kebijakan imigrasi yang dianggap buruk, dan menyamakan situasinya dengan kondisi AS di bawah pemerintahan Joe Biden.
Perseteruan ini menambah daftar panjang konflik verbal antara Trump dan tokoh-tokoh Hollywood yang vokal secara politik, sekaligus menutup tahun 2025 dengan ketegangan baru di ranah politik selebritas.
BERITA TERKAIT: