Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Januari 2026 sebagai upaya melindungi industri peternakan sapi domestik.
Mengutip
Reuters, Kementerian Perdagangan China menyatakan total kuota impor daging sapi untuk 2026 ditetapkan sebesar 2,7 juta ton metrik. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan total impor China pada 2024 yang mencapai 2,87 juta ton.
Kuota tahunan baru ini juga berada di bawah volume impor selama 11 bulan pertama 2025 dari negara pemasok utama, termasuk Brasil dan Australia.
“Peningkatan jumlah impor daging sapi telah secara serius merugikan industri domestik China," ujar kementerian tersebut dalam pernyataannya.
Kebijakan tarif tambahan ini merupakan hasil dari investigasi yang diluncurkan pada Desember lalu. Aturan tersebut akan berlaku selama tiga tahun mulai 1 Januari 2026, dengan total kuota impor yang direncanakan meningkat secara bertahap setiap tahun.
Data menunjukkan impor daging sapi ke China turun 0,3 persen dalam 11 bulan pertama 2025 menjadi 2,59 juta ton.
Analis Senior Beijing Orient Agribusiness Consultants, Hongzhi Xu menyebut kebijakan terbaru ini diprediksi akan semakin menekan angka impor daging di China.
"Impor daging sapi China diperkirakan menurun pada 2026 sebagai dampak dari kebijakan tersebut," kata Xu.
Ia menilai peternakan sapi potong di China semakin sulit bersaing dengan negara-negara seperti Brasil dan Argentina. Kondisi tersebut dinilai tidak dapat dibalikkan dalam jangka pendek, baik melalui kemajuan teknologi maupun reformasi kelembagaan.
BERITA TERKAIT: