Pengumuman tersebut disampaikan Sjafrie dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Aceh pada Kamis, 1 Januari 2025.
“Sudah kita bentuk Satgas Kuala yang terdiri dari dua komposisi,” ujar Menhan Sjafrie dalam keterangan resmi.
Lebih dalam, Sjafrie menyebut komposisi pertama akan difokuskan pada pendalaman Kuala, sementara komposisi kedua diarahkan untuk pemanfaatan air di kawasan tersebut.
“Di dua komposisi kapal ini akan kita naikkan water treatment system. Air yang ada di Kuala akan diambil, diolah, dan menjadi air jernih,” jelasnya.
Adapun Satgas Kuala resmi terbentuk siang ini dan dijadwalkan mulai beroperasi dua minggu mendatang dari Kualasimpang.
Sistem penjernihan air yang digunakan Satgas Kuala sebelumnya telah diterapkan di sejumlah wilayah terdampak bencana. Teknologi ini dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan dengan memanfaatkan fiber reinforced plastic sebagai tabung filtrasi utama.
Selanjutnya, air hasil filtrasi diproses menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk garam terlarut dan berbagai kontaminan mikro.
Pada tahap akhir, dilakukan penyinaran ultraviolet (UV) untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya sehingga air yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
BERITA TERKAIT: