Jutaan dolar AS yang dihimpun untuk tujuan kebebasan dan demokrasi di Venezuela diduga dihabiskan di Kolombia oleh para pembantu pemimpin oposisi yang didukung Amerika Serikat, Juan Guaido.
Untuk diketahui, Guaido menyatakan dirinya sebagai "presiden sementara" Venezuela pada bulan Januari lalu karena menilai pemilu yang memenangkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak sah.
Pengakuan Guaido didukung oleh Amerika Serikat dan sejumlah sekutu Amerika Latin. Namun tujuan Guaido untuk merebut kekuasaan dari Maduro selalu gagal.
Sekarang Guaido tampak semakin jauh dari tujuan itu, karena beberapa pembantunya diduga menggelapkan dana batuan Amerika Serikat yang dimaksudkan untuk membayar para pembelot militer Venezuela.
Dana tersebut dikumpulkan oleh konser bertajuk Bantuan Langsung, yang diselenggarakan oleh miliarder filantropis Richard Branson pada bulan Februari lalu.
Dugaan penggelapan dana bantuan terungkap dari dokumen-dokumen yang bocor yang diduga berasal dari intelijen Kolombia dan diterbitkan oleh
PanAm Post dan dimuat ulang
Russia Today (Rabu, 19/6).
Koordinator regional untuk Partai Popular Will Guaido yakni Kevin Rojas, dan kepala staf "presiden sementara" Rossana Barrera dituduh menghabiskan uang tunai ratusan ribu dolar AS untuk hotel mewah, pakaian mahal, minuman keras, mobil, dan sejumlah barang mewah lainnya di Kolombia.
Dalam satu contoh, Rojas dan Barrera mengklaim telah menghabiskan uang untuk tujuh hotel untuk menampung lebih dari 1.400 pembelot.
Namun dokumen yang bocor hanya menghitung setengah dari jumlah yang melintasi perbatasan, dan hanya dua hotel yang benar-benar dibayar.
Sebagai gantinya, kwitansi mengungkapkan bahwa keduanya menghabiskan lebih dari 125.000 dolar AS untuk barang mewah yang merupakan kepentingan pribadi, termasuk 40.000 AS pada bulan April saja.
Bulan berikutnya, salah satu hotel mengusir 65 pembelot dan keluarga mereka, karena lebih dari 20.000 dolar AS dalam bentuk tagihan belum dibayar.
Publikasi itu memaksa Guaido memperkuat kontrol di kubunya.
Guaido pekan ini mengakui adanya tuduhan dan bersumpah untuk mengklarifikasi kasus pejabat yang ditunjuk.
"Kediktatoran menutupi korupsi," kata Guaido.
"Kita tidak," sambungnya.
BERITA TERKAIT: