Rodríguez mengumumkan penunjukan Jenderal Gustavo González López sebagai menteri pertahanan yang baru untuk menggantikan Jenderal Vladimir Padrino López, sosok yang selama ini menjadi pilar utama dukungan militer terhadap Maduro.
Melalui kanal Telegram-nya, Rodríguez menyampaikan apresiasi kepada Padrino López atas pengabdiannya.
"Kami berterima kasih kepada Vladimir Padrino Lopez atas kesetiaannya kepada tanah air dan karena selama bertahun-tahun telah menjadi prajurit pertama dalam membela negara kita,” kata Rodriguez," tulisnya, seperti dikutip dari
Associated Press, Kamis, 19 Maret 2026.
Langkah ini diambil lebih dari sepuluh minggu setelah Rodríguez menjabat sebagai kepala negara sementara, menyusul operasi militer Amerika Serikat pada 3 Januari yang menangkap Maduro untuk diadili di AS atas tuduhan perdagangan narkoba.
Sejak saat itu, pemerintahan Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap para loyalis Maduro yang masih mengendalikan negara kaya minyak tersebut.
González López dikenal memiliki latar belakang intelijen yang kuat. Ia pernah menghadapi sanksi Amerika Serikat atas perannya dalam penindakan terhadap aksi protes jalanan pada 2014.
Sejak 6 Januari, ia menjabat sebagai komandan jenderal pengawal kehormatan presiden sekaligus memimpin badan kontraintelijen militer yang ditakuti.
Sementara itu, Padrino López merupakan salah satu pejabat dengan masa jabatan terpanjang sejak Maduro berkuasa pada 2013 dan menjadi menteri pertahanan sejak 2014, menjadikannya figur kunci dalam menopang kekuatan militer Venezuela selama lebih dari satu dekade.
BERITA TERKAIT: