UAV diresmikan jelang akhir pekan kemarin di Divisi Kepolisian Tanglin, sebagai bagian dari sebuah showcase yang menyoroti perangkat keras yang digunakan selama perayaan Tahun Baru.
Sejak 2016, polisi telah menguji UAV untuk manajemen lalu lintas dan pemantauan kerumunan orang. UAV pertama kali digunakan untuk mengawasi perayaan tahun baru di Marina Bay.
"Prototipe ini adalah hasil kolaborasi erat antara polisi dan mitra industri terkait untuk membangun aset UAV kami yang dapat digunakan untuk operasi polisi yang berbeda," kata seorang juru bicara seperti dimuat Channel News Asia.
Pesawat tak berawak yang membutuhkan waktu beberapa bulan untuk dikembangkan, dapat digunakan selama operasi pencarian dan penyelamatan, situasi penyanderaan dan insiden ketertiban umum.
Selain lampu sorot, drone ini juga didesain agar petugas pemantau bisa berkomunikasi dengan masyarakat melalui sistem peringatan audio, yang bisa mengeluarkan sirene yang keras dan memutar pesan yang telah direkam sebelumnya. Pesan audio bisa didengar dari jarak sejauh 100 meter.
Pesawat tak berawak 12 kilogram tersebut bisa bertahan di udara sekitar 20 menit sebelum baterai diganti.
[mel]
BERITA TERKAIT: