Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Upaya pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan di wilayah perairan Selat Sunda.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad mengatakan, keterlibatan Baznas merupakan bagian dari respons kemanusiaan dalam mendukung proses pencarian dan pertolongan.
"Dalam kondisi seperti ini, kami mendukung upaya pencarian dan pertolongan bersama unsur terkait agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” ujar Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 11 September 2026.
Idy menegaskan, koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam setiap respons kebencanaan yang dilakukan Baznas.
“Kami berharap seluruh proses pencarian dapat berjalan optimal dan para jurnalis beserta awak kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Idy.
Pada Rabu 9 September, BTB Banten melakukan asesmen lokasi serta berkoordinasi dengan Posko Operasi SAR Nasional, Polres Pandeglang, dan BPBD Pandeglang.
Tim Baznas juga bersinergi dengan SAR Provinsi Banten, Polda Banten, BPBD Pandeglang, dan Desk Relawan Banten dalam mendukung proses pencarian dan pertolongan.
Sebelumnya, delapan orang dinyatakan hilang kontak sejak Senin 7 September 2026, saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kedelapan orang tersebut yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, Heriyanto (49) selaku guide, serta M. Bagus Khoirunnas dari
Antara, Arie Basuki dari
merdeka.com, Donal Husni selaku fotografer lepas, Yudhistira dari
iNews, dan Daus dari
Anadolu.
BERITA TERKAIT: