Namun demikian, Trump tidak menjelaskan secara gamblang keputusan yang diambilnya.
Ketegangan antara AS dan Iran terlihat jelas dalam Majelis Umum PBB yang digelar Selasa (19/9). Dalam sidang yang dihadiri 193 delegasi negara itu, Trump secara terang mengecam Iran dengan menuduh negeri para mullah itu sebagai sebuah negara jahat yang ekonominya bangkrut dan mengekspor kekerasan, pertumpahan darah, dan kekacauan.
Merespon hal itu, Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa negerinya tidak akan mentolerir setiap ancaman yang masuk ke negaranya. Rouhani juga menyebut ucapan Trump sebagai kata-kata buruk yang tidak berdasar.
Sementara upaya AS untuk menarik kesepakatan nuklir Iran, dinilai Rouhani sebagai sikap seorang amatir yang baru berkecimpung dalam politik. Pun begitu, ia memastikan keputusan Trump menarik kesepakatan tersbeut tidak akan menghambat kemajuan Iran.
"Dengan melanggar komitmen internasionalnya, pemerintah Amerika sedang menghancurkan kredibilitasnya sendiri dalam perundingan di masa depan," tutupnya seperti dikutip
Voanews, Kamis (21/9).
[ian]
BERITA TERKAIT: