Penguatan terjadi di tengah perhatian investor terhadap perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, terutama setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang dinilai memberikan sinyal ganda antara ancaman dan peluang negosiasi damai.
Dikutip dari CNBC International, indeks ASX 200 Australia naik sekitar 1,4 persen pada awal perdagangan. Di Jepang, Nikkei 225 menguat 0,35 persen dan indeks Topix naik 0,62 persen.
Sementara indeks Kospi Korea Selatan, melonjak sekitar 1,5 persen, dan Kosdaq naik 0,5 persen. Pasar Hong Kong tutup karena libur Paskah.
Pergerakan positif datang setelah Trump kembali menegaskan tuntutannya agar Iran membuka Selat Hormuz paling lambat pukul 20.00 waktu setempat pada hari Selasa. Ia bahkan memperingatkan bahwa jika tenggat tersebut tidak dipenuhi, AS siap menargetkan infrastruktur sipil Iran dalam waktu singkat. Meski demikian, Trump juga mengisyaratkan bahwa pembicaraan dengan Iran menunjukkan kemajuan.
Di tengah situasi ini, AS dan Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan kerangka kerja untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama lima minggu. Namun, Iran menolak proposal gencatan senjata dari AS dan mengajukan syaratnya sendiri, termasuk penghentian konflik secara permanen, jalur aman di Selat Hormuz, serta pencabutan sanksi.
Trump menanggapi proposal tersebut dengan nada hati-hati, menyebutnya sebagai langkah yang “signifikan”, meski belum cukup untuk mencapai kesepakatan final. Investor kini menunggu perkembangan selanjutnya yang akan sangat menentukan arah pasar global, terutama terkait stabilitas pasokan energi dunia.
BERITA TERKAIT: