Hal itu diumumkan setelah pasukan pemerintah berhasil menduduki masjid tua Masjid Agung al-Nuri yang sudah hancur di jantung ibukota de facto Mosul.
Perebutan Masjid Agung al-Nuri yang berusia hampir 850 tahun itu merupakan kemenangan simbolis yang besar, mengingat masjid itu adalah tempat di mana ISIS memproklamirkan kekhalifahan hampir tiga tahun yang lalu.
"Kembalinya Masjid al-Nuri dan menara al-Hadba ke lipatan bangsa menandai berakhirnya negara ISIS yang penuh kepalsuan," kata Perdana Menteri Haider al-Abadi dalam sebuah pernyataan seperti dimuat
Reuters (29/6).
Otoritas Irak mengharapkan pertempuran panjang bagi Mosul untuk berakhir dalam beberapa hari mendatang karena para pejuang ISIS yang tersisa hanya berada di dalam segelintir lingkungan di Kota Tua.
Jatuhnya Mosul pada akhirnya menandai berakhirnya separuh kekhalifahan ISIS di Irak, meskipun kelompok tersebut masih menguasai wilayah barat dan selatan kota, yang menguasai lebih dari ratusan ribu orang.
Bentengnya di Suriah, Raqqa, juga hampir jatuh.
"Negara fiktif mereka telah jatuh," kata juru bicara militer Irak Brigadir Jenderal Yahya Rasool kepada televisi pemerintah.
Namun, wilayah tersebut masih menempati area seluas Belgia, di Irak dan Suriah, menurut IHS Markit, sebuah firma analisis.
[mel]
BERITA TERKAIT: