Depp mengatakan kepada majalah People bahwa pernyataannya itu kurang enak dan tidak keluar sesuai keinginan.
Ia menggarisbawahi bahwa pernyataanya itu hanyalah bentuk guyonan dan dimaksudkan untuk menghibur.
Pernyataan aktor kawakan yang menjadi sorotan itu adalah saat ia mengatakan kepada para penonton,"Kapan terakhir kali seorang aktor membunuh seorang presiden?"
Menanggapi hal tersebut, para pendukung Trump mengecam Depp, sedangkan Gedung Putih menggambarkan komentarnya sebagai sesuatu hal yang menyedihkan.
Ucapan Depp pada hari Kamis datang saat ia meluncurkan pemutaran filmnya The Libertine di festival di Inggris.
Pasca mendapatkan banyak protes, Depp meminta maaf kepada publik.
"Saya minta maaf atas lelucon buruk yang coba saya keluarkan terkait selera rendah soal Trump," kata Depp seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: