Presiden Korsel: Tanpa China, Sanksi Untuk Korut Tak Efektif

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 22 Juni 2017, 19:11 WIB
Presiden Korsel: Tanpa China, Sanksi Untuk Korut Tak Efektif
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in/Reuters
rmol news logo Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan bahwa China harus berbuat lebih banyak untuk mengendalikan program nuklir Korea Utara.

Moon juga akan meminta Presiden Xi Jinping untuk segera melakukan tindakan terhadap perusahaan Korea Selatan yang melakukan pembalasan terhadap keputusan Seoul untuk menjadi tuan rumah pertahanan anti-rudal AS. sistem.

Hal itu disampaikan Moon kepada Reuters (Kamis, 22/6) menjelang kunjungannya ke Washington minggu depan untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Moon mengatakan bahwa sanksi kuat harus diberlakukan jika Korea Utara menguji rudal balistik antar benua (ICBM) atau melakukan uji coba nuklir keenam.

"Ini harus cukup kuat sehingga akan mencegah Korea Utara melakukan provokasi tambahan, dan juga cukup kuat sehingga Korea Utara akan sadar bahwa mereka akan melewati jalur yang salah," kata Moon.

"Saya percaya China melakukan upaya untuk menghentikan Korea Utara melakukan provokasi tambahan, namun belum ada hasil yang nyata," sambung Moon.

"China adalah sekutu Korea Utara dan China adalah negara yang memberikan bantuan ekonomi ke Korea Utara. Tanpa bantuan China, sanksi tidak akan efektif sama sekali," jelasnya.

Pernyataan Moon tersebut senada dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Selasa bahwa upaya China untuk meyakinkan Korea Utara untuk mengendalikan program nuklirnya telah gagal.

"Mungkin Presiden Trump percaya bahwa ada lebih banyak ruang bagi China untuk melibatkan Korea Utara dan tampaknya dia mendesak China untuk berbuat lebih banyak. Saya juga bisa bersimpati dengan pesan itu," kata Moon.

China menyumbang 90 persen perdagangan dunia dengan Korea Utara. Diplomat mengatakan Beijing belum sepenuhnya memberlakukan sanksi internasional yang ada terhadap tetangganya, dan telah menolak tindakan lebih keras, seperti embargo minyak dan larangan terhadap maskapai penerbangan dan pekerja Korea Utara.

Washington telah mempertimbangkan untuk menerapkan "sanksi sekunder" terhadap bank-bank China dan perusahaan lain yang melakukan bisnis dengan Korea Utara. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA