Komentarnya banyak dikritik oleh anggota parlemen pemerintah, pendukung oposisi dan aktivis penyandang cacat.
"Anak-anak ini memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, bagaimanapun juga, tapi jika ada beberapa dari mereka, anak-anak ini harus masuk ke kelas khusus dan dirawat dan diberi perhatian khusus," kata Hanson Rabu malam kemarin (21/6).
"Tidak ada gunanya mengatakan bahwa kita harus membiarkan anak-anak ini merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan bahwa kita tidak ingin mengecewakan mereka dan membuat mereka merasa sakit hati," sambungnya.
Anggota parlemen Buruh Emma Husar, yang memiliki anak laki-laki berusia 10 tahun dengan autisme, mengatakan bahwa dia marah dan kecewa oleh komentar Hanson.
"Dia berutang permintaan maaf kepada setiap anak autis di negeri ini, setiap orang tua yang seperti saya karena kami melakukan hal yang lebih baik untuk dilakukan daripada membela anak-anak kami," kata Husar seperti dimuat
BBC.
Sementara Hanson tidak menanggapi desakan permintaan maaf dan mengatakan bahwa penafsiran mereka telah keluar dari konteks.
[mel]
BERITA TERKAIT: