Insiden yang terjadi saat perayaan Tahun Baru itu menewaskan sekitar 40 orang dan melukai sedikitnya 115 lainnya.
Presiden Swiss, Guy Parmelin, menggambarkan peristiwa ini sebagai salah satu kejadian paling traumatis dalam sejarah Swiss. Ia menyampaikan duka mendalam atas banyaknya korban, sebagian besar berusia muda.
“Ini adalah drama dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Parmelin, dikutip dari The Guardian, Jumat 2 Januari 2026.
Insiden mematikan ini bermula pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.30. Berdasarkan kesaksian di lapangan, api diduga dipicu oleh petasan atau kembang api yang dimasukkan ke dalam botol sampanye saat puncak pesta. Dalam sekejap, percikan api menyambar langit-langit bar dan merambat cepat ke area ruang bawah tanah yang sesak oleh ratusan pengunjung, mayoritas adalah remaja dan kaum muda.
Beberapa penyintas menggambarkan kepanikan luar biasa saat orang-orang berdesakan mencoba melarikan diri melalui tangga sempit menuju pintu keluar. Kepulan asap tebal dan kobaran api membuat banyak orang terjebak dan kehilangan kesadaran akibat menghirup asap.
Ulysse Brozzo, 16 tahun, instruktur ski setempat, mengatakan sejumlah temannya berada di dalam bar saat kebakaran terjadi. Ia menyebut beberapa korban masih belum ditemukan, sementara salah satu kenalannya dilaporkan koma di rumah sakit. “Ini benar-benar tragedi. Ada ratusan orang di dalam,” ujarnya.
Video yang diunggah para penyintas di media sosial menunjukkan api berkobar tepat di atas bar, sementara rekaman lain memperlihatkan kobaran api besar dari dalam gedung dan beberapa orang tergeletak tak bergerak di jalan.
Jaksa wilayah Valais, Beatrice Pilloud, menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Ia menegaskan masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah lilin, kembang api, atau faktor lain menjadi pemicu. Namun, ia mengonfirmasi bahwa tangga menuju ruang bawah tanah memang sangat sempit.
Kepala kepolisian Valais, Frederic Gisler, mengatakan polisi tiba di lokasi dua menit setelah menerima panggilan darurat. Status siaga merah segera diberlakukan, dengan pengerahan banyak tim pemadam, 42 ambulans, dan 13 helikopter. Fokus awal petugas adalah menyelamatkan korban dan mengevakuasi mereka ke berbagai rumah sakit.
Para korban luka dirawat di rumah sakit di Sion, Lausanne, Geneva, dan Zurich. Banyak di antaranya mengalami luka bakar serius dan gangguan paru-paru akibat asap. Rumah Sakit Universitas Lausanne merawat 22 pasien berusia 16 hingga 26 tahun, delapan di antaranya harus disadarkan kembali saat tiba di rumah sakit dan kini dirawat intensif.
Proses identifikasi korban menjadi tantangan berat bagi tim forensik, yang harus mengambil sampel DNA dari keluarga. Sejumlah korban diketahui merupakan wisatawan asing. Pemerintah Italia melaporkan 16 warganya hilang dan 12 lainnya luka-luka.
Crans-Montana adalah kota resor dengan sekitar 10.000 penduduk, terkenal sebagai tujuan wisata ski kelas atas. Namun Le Constellation dikenal sebagai bar sederhana yang populer di kalangan anak muda dan wisatawan. Tempat ini memiliki dua lantai, dengan klub malam di ruang bawah tanah yang diakses melalui tangga sempit.
Presiden wilayah Valais, Mathias Reynard, mengatakan momen yang seharusnya menjadi perayaan berubah menjadi mimpi buruk. Ia menegaskan seluruh wilayah sangat terguncang oleh tragedi ini dan mengimbau masyarakat berhati-hati.
BERITA TERKAIT: