Begitu bunyi laporan terbaru yang dikeluarkan oleh PBB.
Kendati demikian, bukan berarti kondisi di Sudan Selatan tak lagi jadi sorotan. Pasalnya, jumlah orang yang berisiko kelaparan telah meningkat pada bulan lalu.
Kelaparan tersebut pertama kali diumumkan pada bulan Februari lalu dan merupakan adalah yang pertama diumumkan di dunia sejak 2011.
Konflik bersenjata, panen rendah dan harga pangan yang melonjak dipersalahkan atas situasi tersebut.
Puluhan ribu orang telah meninggal dan jutaan orang mengungsi sejak pertempuran meletus di negara tersebut lebih dari tiga tahun lalu.
Laporan Klasifikasi Tingkat Keamanan Pangan Terintegrasi (IPC) mengatakan bahwa 1,7 juta orang masih menghadapi tingkat kelaparan darurat.
IPC menambahkan bahwa jumlah yang berisiko kelaparan telah meningkat menjadi enam juta, naik dari 5,5 juta bulan lalu.
Dikabarkan
BBC bahwa PBB mengatakan, dunia menghadapi krisis kemanusiaan terbesar sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua, dengan total hampir 20 juta orang menghadapi kelaparan di Nigeria timur laut, Somalia dan Yaman, serta Sudan Selatan.
[mel]
BERITA TERKAIT: