Pemerintah Panama awal pekan ini mengeluarkan pernyataanyang mengakui bahwa hanya ada satu China dan menganggap Taiwan sebagai bagian dari China.
Presiden Panama Juan Carlos Varela mengatakan dalam sebuah pidato di televisi bahwa dia yakin bahwa ini adalah jalan yang benar untuk negaranya,
Dikabarkan
BBC, langkah itu mengejutkan Taiwan, mengingat Panama telah memiliki hubungan diplomatik yang panjang dengan Taiwan.
Kementerian luar negeri Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menyatakan kemarahan dan penyesalan atas apa yang mereka sebuat sebagai bentuk diplomatik yang sangat tidak bersahabat.
Taiwan juga menuduh Panama melakukan gertakan dan mengabaikan persahabatan bertahun-tahun antara kedua negara.
Langkah tersebut juga mengejutkan karena Juni tahun lalu pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mengunjungi Panama, dalam perjalanan luar negerinya yang pertama sebagai presiden.
China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri. Beberapa negara mempertahankan hubungan dengan Taipei daripada Beijing, dan Panama adalah yang terbaru untuk beralih.
Pada bulan Desember tahun lalu, negara kepulauan Afrika Sao Tome dan Principe melakukan langkah serupa. Kini hanya 20 negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan.
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah mengintensifkan investasi ekonominya ke negara Amerika Tengah, umah Terusan Panama yang secara ekonomi penting.
[mel]
BERITA TERKAIT: