Roket berkapasitas 640 ton itu dilepaskan dari lokasi peluncuran di lepas pantai Teluk Benggala di Sriharikota.
Disebutkan dalam situs web badan antariksa India, disebutkan bahwa cakupan peluncurannya telah sangat berwarna-warni. Roket itu dibandingkan dengan berat 200 gajah, atau lima jet jumbo.
Perbandingan tersebut menyoroti pentingnya peluncuran untuk negara tersebut, yang secara agresif bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar peluncuran satelit komersial global yang lebih besar.
India sejauh ini mengandalkan negara lain untuk mengirim satelit berat ke luar angkasa, yang mahal dan menguras anggaran.
Roket jumbo yang secara resmi bernama GSLV Mark III ini dapat membawa muatan yang menimbang lebih dari tiga ton ke orbit ketinggian yang ditempati oleh pesawat ruang angkasa yang memungkinkan TV, telepon dan koneksi broadband.
Tapi ini jauh dari roket terberat di dunia karena Saturnus Saturnus V, yang digunakan antara tahun 1967 dan 1973, masih memegang rekor itu, dengan massa total di angkat sekitar empat kali dari GSLV Mark III di India.
Para ahli mengatakan roket tersebut memberi India fleksibilitas lebih dalam meluncurkan berbagai jenis satelit.
"Kami bisa mengirim (satelit seberat) hingga dua ton sebelumnya. Ini adalah lompatan kuantum ganda untuk India," kata Ajay Lele dari Institute for Defense Studies and Analyzes seperti dimuat BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: