Bagi Qatar, langah itu merupakan pelanggaran atas kedaulatannya.
"Sudah jelas sejak awal bahwa tujuan kampanye media dan keputusan untuk memotong hubungan diplomatik dan konsuler dan menutup perbatasan adalah untuk menekan Qatar untuk meninggalkan keputusan nasional dan kedaulatannya," begitu pernyataan yang dikeluarkan oleh Kabinet Qatar.
"Langkah-langkah tersebut tidak dapat dibenarkan dan didasarkan pada klaim dan tuduhan yang tidak memiliki dasar sebenarnya," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan lain.
Namun dalam pernyataan yang sama, ditegaskan juga bahwa keputusan tersebut tidak akan mempengaruhi kehidupan normal warga negara dan penduduk.
"Tujuannya jelas, dan ini adalah untuk memberlakukan perwalian pada negara. Ini dengan sendirinya adalah pelanggaran terhadap kedaulatan (Qatar) sebagai sebuah negara," tambahnya.
Dalam pernyataan Kabinet yang sama, disebutkan juga bahwa Qatar telah mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan kehidupan normal dan tidak perlu panik atau mengumpulkan barang-barang penting.
Disebutkan bahwa impor barang dan pergerakan orang tidak akan terpengaruh karena semua saluran impor selain yang berasal dari negara-negara Teluk, yang memutuskan hubungan dengan Qatar, akan terus berjalan seperti sebelumnya.
"Kelautan dan udara akan tetap terbuka untuk impor dan pergerakan. Kami telah melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan kehidupan normal," kata pernyataan tersebut seperti dimuat
Al Jazeera.
[mel]
BERITA TERKAIT: