Karena itulah salah satu penyedia layanan aplikasi tersebut yakni Uber berusaha mencari gagasan baru yang tidak biasa, yakni memesan kendaraan udara melalui aplikasi online.
Uber mengumumkan rencana layanan tersebut akan mulai dilakukan pada tahun 2020 mendatang.
Perusahaan tersebut telah mengungkapkan akan mengejar perjalanan udara perkotaan tahun lalu, namun rencana itu dipertegas pekan ini dengan nama UberAIR.
Perjalanan udara ini direncanakan akan menggunakan "mobil terbang". Lima produsen pesawat terbang, Bell Helicopters, Aurora Flight Sciences, Pipistrel Aircraft, Embraer, dan Mooney, telah ditugaskan menghadapi tantangan monumental untuk membangun kendaraan hemat energi empat penumpang yang mampu terbang sendiri.
Mobil terbang yang dipersiapkan Uber adalah semacam pesawat kecil yang bisa mengangkut empat orang dan dirancang untuk bisa terbang sendiri.Uber percaya kendaraan tersebut akan mampu melakukan landas dan pendaratan vertikal dan cukup kecil untuk terbang ke bandara kota kecil.
Uber menjual layanan tersebut sebagai solusi untuk masalah yang dipicu oleh kemacetan panjang di wilayah metropolitan.
Namun untuk fase pertama, kendaraan tersebut tidak akan berjalan sendiri, melainkan dikemudikan oleh pilot. Pasalnya Uber menilai bahwa perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan gagasan kendaraan terbang sendiri.
Proyek ini masih dalam tahap awal sehingga rincian seperti biaya, waktu tunggu dan kota masa depan semuanya belum ditentukan.
Laporan menunjukkan Uber bertujuan untuk mulai menguji mobil terbang di Dallas pada tahun 2020 dan berharap untuk memamerkan kendaraan UberAIR di World Expo di Dubai pada tahun yang sama.
[mel]
BERITA TERKAIT: