KRISIS AIR BERSIH

Presiden Maladewa Tutup Kantor Pemerintahan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/shoffa-a-fajriyah-1'>SHOFFA A FAJRIYAH</a>
LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH
  • Minggu, 07 Desember 2014, 16:53 WIB
rmol news logo Presiden Maladewa, Abdulla Yameen, memerintahkan penutupan
kantor-kantor pemerintah. Penutupan terpaksa dilakukan karena saat ini negara itu  tengah menghadapi kesulitan air bersih.

Sejak Kamis kemarin  (4/12) krisis air bersih terjadi  di  Maladewa. Hal itu dikarenakan satu-satunya alat pengolahan air bersih rusak.Akibatnya, warga pun kekurangan bersih  air untuk minum.

"Dua hari libur itu (Minggu dan Senin) diumumkan untuk meringankan
kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat karena kekurangan air saat ini
di ibukota yang padat penduduk," kata Yameen dalam sebuah pernyataan
pada Sabtu (6/12), seperti dikabarkan AFP.

Yameen juga mengimbau kepada warganya untuk tetap bersatu di tengah
usaha pemerintah untuk mengatasi krisis air ini. Imbauan itu disampaikannya berkaitan bentrok antarwarga terjadi akibat rebutan air bersih yang didistribusikan pemerintah secara ketat kepada warga Maladewa.

Atas krisis air bersih yang terjadi di negara tersebut banyak negara telah mengirimkan  bantuan air bersih  seperti India, Sri Langka, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Bantuan dikirim ke Male, Ibukota Maladewa.[dry]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA