"Konflik yang terjadi di Suriah telah menambah dimensi regional pada ketegangan sekretarian dan memberikan kesempatan bagi jaringan teroris untuk memperluas jaringan di perbatasan dan memperluas basis dukungan mereka," kata perwakilan khusus PBB untuk Irak, Nickolay Mladenov seperti dikabarkan
Reuters pada Kamis (27/3).
Ia menyebut bahwa kekerasan di Irak telah meningkat selama tahun 2013 lalu. Hal tersebut diindikasikan dari data yang menunjukkan bahwa hampir 8.000 warga sipil terbunuh akibat serangan ataupun bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh kelompok terorisme.
Menurutnya, kombinasi masalah seperti adanya perpecahan kepemimpinan, isu-isu konstitusional yang belum selesai antar masyarakat, serta ancaman militan yang tumbuh sebagai bagian dari konflik Suriah telah menciptakan situasi yang rapuh di Irak.
Oleh karena itu, jelas Mladenov, satu-satunya cara agar Irak dapat menghentikan kekerasan adalah melalui proses politik untuk menjembatani perbedaan yang membentang, meningkatkan pembangunan, serta membuat pemerintahan yang lebih inklusif.
"Anda tidak bisa menyelesaikan masalah kekerasan terorisme hanya dengan langkah-langkah keamanan," kata Mladenov.
"Anda harus melibatkan masyarakat dan pembuat keputusan. Anda perlu melihat pembangunan ekonomi dan perlindungan hak asasi manusi, (serta) supremasi hukum," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: