Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 lembaga berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sementara 35 lainnya merupakan organisasi internasional non-PBB.
Penarikan ini merupakan bagian dari arah kebijakan baru pemerintahan Trump yang menilai sejumlah lembaga internasional tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat.
Gedung Putih menilai fokus lembaga-lembaga tersebut terlalu menitikberatkan pada isu keberagaman, perubahan iklim, migrasi, serta berbagai program yang dikategorikan sebagai agenda “woke”.
“Banyak yang berfokus pada iklim, tenaga kerja, migrasi, dan isu-isu lain yang dikategorikan oleh pemerintahan Trump sebagai upaya untuk memenuhi keberagaman dan inisiatif ‘woke’ serta bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat,” demikian pernyataan resmi Gedung Putih, seperti dikutip pada Snein, 12 Januari 2026.
Daftar organisasi yang ditinggalkan mencakup sejumlah badan strategis di lingkungan PBB. Di antaranya adalah UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), UN Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women, UN Democracy Fund, serta UN Conference on Trade and Development.
Keputusan keluar dari UNFCCC menjadi sorotan paling tajam karena konvensi tersebut merupakan fondasi utama lahirnya Paris Agreement.
Dengan langkah ini, Amerika Serikat tidak hanya kembali keluar dari Paris Agreement untuk kedua kalinya, tetapi juga menarik diri sepenuhnya dari kerangka besar perundingan iklim internasional.
Kebijakan tersebut diperkirakan akan memicu tantangan hukum, mengingat UNFCCC merupakan perjanjian internasional yang telah diratifikasi oleh Senat AS.
Kendati demikian, Presiden Trump menegaskan langkah tersebut diperlukan sebagai bagian dari upaya melindungi kepentingan nasional Amerika Serikat.
Meski menarik diri dari puluhan organisasi internasional, pemerintah AS menegaskan tetap mempertahankan keanggotaan pada sejumlah lembaga yang dinilai krusial bagi keamanan global dan misi kemanusiaan.
Lembaga tersebut antara lain Dewan Keamanan PBB, World Food Programme (WFP), serta UN Refugee Agency (UNHCR).
Selain badan-badan PBB, Amerika Serikat juga menghentikan partisipasinya dalam berbagai organisasi internasional non-PBB. Di antaranya adalah Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), International Renewable Energy Agency (IRENA), International Solar Alliance, hingga International Institute for Democracy and Electoral Assistance.
31 Organisasi PBB 1. Department of Economic and Social Affairs
2. UN Economic and Social Council (ECOSOC) Economic Commission for Africa
3. ECOSOC Economic Commission for Latin America and the Caribbean
4. ECOSOC Economic and Social Commission for Asia and the Pacific
5. ECOSOC Economic and Social Commission for Western Asia
6. International Law Commission
7. International Residual Mechanism for Criminal Tribunals
8. International Trade Centre
9. Office of the Special Adviser on Africa
10. Office of the Special Representative of the Secretary-General for Children in Armed Conflict
11. Office of the Special Representative of the Secretary-General on Sexual Violence in Conflict
12. Office of the Special Representative of the Secretary-General on Violence Against Children
13. Peacebuilding Commission
14. Peacebuilding Fund
15. Permanent Forum on People of African Descent
16. UN Alliance of Civilizations
17. UN Collaborative Programme on Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Developing Countries
18. UN Conference on Trade and Development
19. UN Democracy Fund
20. UN Energy
21. UN Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women
22. UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC)
23. UN Human Settlements Programme
24. UN Institute for Training and Research
25. UN Oceans
26. UN Population Fund
27. UN Register of Conventional Arms
28. UN System Chief Executives Board for Coordination
29. UN System Staff College
30. UN Water
31. UN University
35 Organisasi Non-PBB 32. 24/7 Carbon-Free Energy Compact
33. Colombo Plan Council
34. Commission for Environmental Cooperation
35. Education Cannot Wait
36. European Centre of Excellence for Countering Hybrid Threats
37. Forum of European National Highway Research Laboratories
38. Freedom Online Coalition
39. Global Community Engagement and Resilience Fund
40. Global Counterterrorism Forum
41. Global Forum on Cyber Expertise
42. Global Forum on Migration and Development
43. Inter-American Institute for Global Change Research
44. Intergovernmental Forum on Mining, Minerals, Metals, and Sustainable Development
45. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)
46. Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services
47. International Centre for the Study of the Preservation and Restoration of Cultural Property
48. International Cotton Advisory Committee
49. International Development Law Organization
50. International Energy Forum
51. International Federation of Arts Councils and Culture Agencies
52. International Institute for Democracy and Electoral Assistance
53. International Institute for Justice and the Rule of Law
54. International Lead and Zinc Study Group
55. International Renewable Energy Agency (IRENA)
56. International Solar Alliance
57. International Tropical Timber Organization
58. International Union for Conservation of Nature
59. Pan American Institute of Geography and History
60. Partnership for Atlantic Cooperation
61. Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia
62. Regional Cooperation Council
63. Renewable Energy Policy Network for the 21st Century
64. Science and Technology Center in Ukraine
65. Secretariat of the Pacific Regional Environment Programme
66. Venice Commission of the Council of Europe
BERITA TERKAIT: