Sebanyak 350 orang yang merupakan pasangan pengantin dilibatkan dalam penelitian tersebut. Mereka direkrut menjadi partisipan penelitian ketika menghadiri pameran pernikahan.
Hasil studi yang dilakukan menemukan bahwa berat badan pengantin meningkat rata-rata 2,1 kilogram dalam kurun waktu enam bulan setelah
menikah.
Sedangkan bagi pengantin yang melakukan diet sebelum menikah, berat badannya rata-rata meningkat lebih banyak dari pada pengantin yang tidak diet sebelum menikah.
Pengantin yang melakukan diet biasa sebelum hari pernikahan, berat badannya meningkat rata-rata 3,2 kilogram dalam kurun waktu enam bulan setelah hari pernikahan. Sementara pengantin yang melakukan diet ketat serta mendapat tekanan lebih untuk diet, berat badannya meningkat rata-rata 4,5 kilogram setelah enam bulan pernikahan.
Selain itu, studi juga menemukan bahwa satu dari tiga pengantin melaporkan bahwa ia disarankan untuk mengurangi berat badan oleh tunangannya atau anggota keluarganya sebelum pernikahan. Hal tersebut dilakukan karena adanya pandangan bahwa bentuk badan merupakan faktor penting dalam acara pernikahan.
Para peneliti menyebut bahwa studi mereka dilakukan dengan cara melakukan pengujian eksplisit pada berat badan partisipan sebelum menikah dan setelah menikah untuk menemukan apakah pernikahan bisa menjadi pendorong perubahan berat badan.
Penelitian yang telah dipublikasikan di
Journal Body Image, sebagaimana dilansir
Daily Mail (Jumat, 14/3) itu mengungkapkan bahwa peningkatan berat badan setelah menikah bisa merupakan hasil dari kebiasaan aktifitas fisik yang lebih rileks. Selain itu itu juga bisa dikarenakan faktor melemahnya motivasi untuk menjaga berat badan, karena mereka telah memiliki orang yang menerima diri mereka.
[zul]
BERITA TERKAIT: