Upaya itu dilakukan Kementerian Pertahanan Jepang untuk meningkatkan kesiagaan di tengah-tengah kekhawatiran militer China meningkatkan aksi di Laut China Timur, terkait pulau yang disengketakan dan terletak di antara Okinawa dan Taiwan.
"Ada kekhawatiran China akan berusaha mengubah status quo itu dengan kekuatan militer, bukannya melalui norma hukum. Tetapi jika China memilih melakukan jalan itu, maka negara itu berarti tidak ingin konflik itu diselesaikan secara damai," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe seperti disiarkan
The Wall Street Journal, Sabtu (26/10).
Pengerahan jet-jet itu dilakukan Jumat dan Sabtu kemarin saat dua pesawat peringatan dini YS dan dua pembom H6 milik China terbang di langit antara pulau utama Okinawa dan pulau Miyako.
Pesawat-pesawat militer China terbang dari Laut China Timur ke Samudra Pasifik dan kembali lagi, tetapi tidak melanggar wilayah udara Jepang.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: