Kedatangan kapal ini langsung berada di bawah pengawasan ketat otoritas Spanyol, Uni Eropa, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Rekaman video yang dibagikan
Reuters memperlihatkan kapal tersebut tiba untuk menjalani operasi evakuasi besar-besaran terhadap penumpang dan sebagian awak.
Seluruh penumpang, meski belum menunjukkan gejala, diperlakukan sebagai kelompok berisiko tinggi.
“Sebagai tindakan pencegahan, seluruh penumpang di kapal pesiar mewah MV Hondius dianggap sebagai kontak berisiko tinggi,” demikian pernyataan badan kesehatan publik Eropa.
Otoritas kesehatan Spanyol menyiapkan prosedur berlapis, dimulai dengan pengujian kesehatan menyeluruh terhadap seluruh penumpang sebelum mereka dipindahkan ke daratan menggunakan perahu kecil.
Setelah itu, mereka akan diangkut dengan bus tertutup menuju bandara utama Tenerife untuk dipulangkan ke negara masing-masing, sementara penumpang bergejala akan diprioritaskan untuk pemeriksaan medis dan isolasi.
WHO sebelumnya melaporkan delapan orang jatuh sakit dalam wabah tersebut, dengan tiga korban meninggal dunia yang terdiri dari pasangan asal Belanda dan satu warga negara Jerman.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tiba langsung di Tenerife pada Sabtu malam, 9 Mei 2026 bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Spanyol untuk mengawasi koordinasi penanganan.
Kehadiran pejabat tertinggi WHO itu menunjukkan keseriusan wabah ini, terlebih hantavirus dikenal biasanya menyebar melalui hewan pengerat, meski dalam kasus tertentu dapat menular antarmanusia.
MV Hondius berangkat menuju Spanyol dari pesisir Cape Verde setelah WHO dan Uni Eropa meminta Madrid mengambil alih proses evakuasi darurat.
Sekitar 30 awak kapal akan tetap berada di atas kapal dan melanjutkan pelayaran ke Belanda, tempat kapal tersebut akan menjalani proses disinfeksi total.
BERITA TERKAIT: