Pernyataan keras Eshagh al Habib ini merupakan respon dari provokasi yang dilakukan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap negaranya.
"Pernyataan-pernyataan Netanyahu tak berdasar. Program nuklir Iran bertujuan damai," tegas Eshagh al Habib, sebagaimana dikutip
Voanews (Sabtu,29/9).
Pada Kamis (27/9), Netanyahu mengeluarkan pernyataan provokatif di depan para delegasi di Majelis Umum PBB. Ia mengatakan bahwa waktu sudah hampir habis bagi dunia internasional untuk menghentikan Iran.
Tidak hanya itu, Netanyahu bahkan menjelaskan pernyataannya itu dalam gambar sebuah bom. Dalam gambar bom itu terdapat garis merah, yang menurut Netanyahu merupakan batas akhir yang harus segera ditetapkan oleh dunia internasional sebelum Iran merampungkan tahap kedua pengayaan uranium. Netanyahu melanjutkan bahwa tahap kedua pengayaan uranium akan dilakukan Iran untuk memproduksi senjata nuklir.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: