Dikutip dari
CNBC International, pergerakan saham menunjukkan optimisme. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik sekitar 0,5 persen dan mencetak rekor tertinggi baru, didorong oleh kinerja sektor industri dan teknologi.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak lebih dari 1 persen dan juga mencapai level tertinggi sepanjang masa, mencerminkan kuatnya minat investor terhadap saham-saham besar di negara tersebut.
Namun, tidak semua pasar bergerak searah. Indeks S&P/ASX 200 di Australia justru melemah sekitar 0,5 persen, menunjukkan adanya aksi ambil untung setelah kenaikan sebelumnya. Sementara indeks Hang Seng Index cenderung stabil, dengan kontrak berjangka mengindikasikan potensi penguatan terbatas.
Di China dan India, pergerakan pasar relatif datar. Indeks Shanghai tidak banyak berubah, sementara indeks Nifty 50 India juga bergerak stagnan. Hal ini menunjukkan investor di dua ekonomi besar Asia tersebut masih menunggu kejelasan arah global, terutama terkait geopolitik dan harga energi.
Sentimen pasar tetap terjaga meskipun Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Dalam pernyataannya, Trump menilai proses diplomasi terlalu rumit dan penuh hambatan internal dari pihak Iran.
Di sisi lain, ketegangan di kawasan Timur Tengah justru mendorong kenaikan harga minyak. Patokan global Brent crude oil melonjak lebih dari 2 persen ke atas 107 Dolar per barel, sementara minyak mentah AS juga naik mendekati 96 Dolar AS per barel.
BERITA TERKAIT: