Juru bicara militer Israel mengatakan bahwa tentaranya telah menembak seorang aktivis Palestina ketika aktivis itu sedang mencoba menyebrangi perbatasan dan menanam sebuah bom di pagar.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Hamas di Gaza, Ashraf al Qedra, mengatakan bahwa pihak Israel telah memberitahu Komite Palang Merah Internasional (ICRC) tentang kabar kematian beserta lokasi jenazah aktivis itu berada agar bisa dievakuasi ke Palestina.
"Kementerian berkoordinasi dengan Palang Merah, yang berkoordinasi dengan pihak Israel untuk memungkinkan ambulans Palestina menjangkau daerah tersebut dan mengambil jenazah itu," ujar al Qedra, sebagaimana diberitakan
Xinhua (Minggu, 14/7).
Ketegangan antara Israel dan Palestina di Gaza telah meningkat sejak Rabu (11/7), ketika seorang gerilyawan Hamas terbunuh dan lima lainnya terluka dalam dua serangan udara Israel di pangkalan pelatihan Hamas di tenggara kota Gaza.
Untuk mengantisipasi ketegangan itu, Israel telah membangun zona larangan pergi pada radius 300 kilometer di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan negara Yahudi itu. Tentara Israel pun tidak segan-segan menembak siapapun yang mencoba melanggar zona larangan tersebut.
[ian]
BERITA TERKAIT: