Berdasarkan pernyataan resmi pemerintah Jepang, sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 16/6), mengatakan bahwa reaktor di PLTN Ohi yang berada di prefektur Ohi akan diaktifkan kembali dalam tiga pekan mendatang.
Perdana Menteri Yoshihiko Noda memberikan dukungan terhadap pengaktifan kembali reaktor nuklir tersebut dengan alasan Jepang akan menghadapi kekurangan pasokan listrik pada musim panas mendatang
Noda mengeluarkan pengumuman pengaktifan kembali tersebut setelah bertemu dengan gubernur prefektur Fukui, Kazumasa Nishikawa, yang memberikan persetujuan atas keputusan ini.
Perdana menteri kemudian menggelar pertemuan dengan menteri ekonomi, menteri yang bertanggung jawab dengan kecelakan nuklir dan kepala sekretaris kabinet, sebelum membuat pengumuman resmi.
"Sekarangan kami telah mendapatkan persetujuan dari badan berwenang dimana reaktor itu berada, empat menteri terkait membuat keputusan untuk menyalakan lagi reaktor,'' ujar Noda.
Tenaga nuklir digunakan untuk memenuhi sepertiga kebutuhan listrik Jepang. Pemerintah juga telah meminta rumah tangga dan pebisnis menghemat penggunaan listrik sebesar 15% untuk menghindari kemungkinan pemadaman total.
[ian]
BERITA TERKAIT: