Gangguan tersebut terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB-CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi) di Stasiun Bekasi Timur.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan investigasi mengenai penyebab kejadian tabrakan tersebut.
“Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut. Informasi akan terus diperbarui secara berkala,” ungkap Franoto dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 27 April 2026.
Franoto juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan, khususnya di area jalur rel dan perlintasan sebidang, demi mencegah kejadian serupa.
“Informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring perkembangan penanganan di lapangan,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” pungkas Franoto.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung-Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.
BERITA TERKAIT: