Target besar itu dibeberkan Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution. Pihaknya mematok target penambahan dua juta pemegang rekening baru setiap tahun demi mengikis ketimpangan finansial tersebut.
"Kami diminta untuk menaikkan jumlah orang yang punya rekening per tahunnya kurang lebih dua juta orang. Harapannya tahun depan jumlah masyarakat yang belum punya rekening tinggal 13 juta orang," ujar Farid di sela-sela kegiatan Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, Minggu, 6 September 2026.
Namun, perjuangan LPS tak berhenti pada aksi buka-bukaan rekening baru. Ada ancaman lain yang mengintai dari ribuan rekening pasif alias mangkrak (
dormant) yang tersebar di masyarakat.
Farid menyoroti keberadaan rekening 'mati suri' ini karena rentan disalahgunakan sebagai alat kejahatan finansial dan tindak pidana perbankan.
"Orang-orang sudah punya rekening tapi tidak aktif. Kami minta supaya dikendalikan, karena dikhawatirkan bisa dipakai untuk hal-hal yang tidak baik. Kalau memang tidak dipakai, disarankan ditutup saja ke bank masing-masing," tegasnya.
Tantangan LPS kian kompleks ketika dihadapkan pada realitas literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda. Meski tingkat inklusi keuangan nasional sudah menembus angka 93 persen, pemahaman mendalam soal transaksi keuangan yang aman ternyata masih rendah.
Banyak anak muda piawai membuka rekening secara
online, namun tak membentengi diri dengan literasi finansial yang cukup.
Guna menutup celah tersebut, LPS berkomitmen memperluas jaringan edukasi publik, baik lewat interaksi langsung maupun kampanye di
platform digital.
"Anak muda mungkin sudah punya rekening secara
online, tapi literasinya masih rendah. Yang paling penting buat kami adalah pesannya sampai ke seluruh kalangan, terutama generasi muda," pungkas Farid.
BERITA TERKAIT: