Peserta bahkan sudah berdatangan sekitar pukul 07.00 WIB, atau dua jam sebelum acara dimulai pada pukul 09.00 WIB.
Kehadiran mayoritas Gen Z menjadi bagian penting dalam pelaksanaan LFF 2026 yang digelar untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Saat membuka LFF 2026, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Farid Azhar Nasution menitipkan sejumlah pesan kepada generasi muda yang hadir.
Ia mengingatkan peserta untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat, mulai dari menabung hingga membedakan kebutuhan dan keinginan.
“Pertama, biasakan sisihkan, bukan sisakan. Prioritaskan menabung sejak kita terima uang. Kedua, biasakan belanja sesuai kebutuhan, bukan sekadar keinginan,” ujar Farid.
Farid juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh teknologi dalam mengambil keputusan keuangan.
“Ingat, algoritma dan artificial intelligence di gadget kita terus belajar tentang apa yang kita sukai, lalu menggoda kita untuk membeli. Jangan biarkan teknologi mengendalikan keputusan keuangan kita. Kita yang harus tetap memegang kendali,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi penyelenggaraan LFF 2026. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat memberikan pengetahuan sekaligus motivasi bagi anak muda untuk memahami pentingnya perencanaan keuangan.
“Saya kira acara ini bagus sekali sehingga bisa memberikan motivasi dan pengetahuan kepada anak-anak muda kita, kalau bisa tiap provinsi bikin ya,” kata Zulkifli Hasan.
LFF 2026 berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 6 September 2026 dengan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk memperkenalkan literasi keuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
BERITA TERKAIT: