Sebelumnya, pada awal perdagangan, saham Adidas dibuka di 157,25 Euro dan sempat menyentuh level tertinggi 157,30 Euro. Namun, tekanan jual kemudian membawa harga turun hingga menyentuh titik terendah 151,85 Euro. Menjelang penutupan, saham memang sempat pulih dari posisi terendah, tetapi belum cukup untuk kembali ke level pembukaan.
Penurunan harga saham ini terjadi meskipun kinerja penjualan Adidas masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Dalam laporan kuartal yang berakhir pada 30 Juni 2026, Adidas mencatat pendapatan sebesar 6,74 miliar Euro, naik sekitar 13,29 persen dibandingkan 5,95 miliar Euro pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga menyebut kuartal tersebut menghasilkan tingkat penjualan yang mencetak rekor.
Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada laba per saham. Laba per saham tercatat 2,02 Euro, sedikit lebih rendah dibandingkan 2,07 Euro pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Bagi investor, kondisi ini menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa penjualan meningkat cukup kuat, sementara laba per saham justru sedikit menurun. Kemampuan Adidas mengubah pertumbuhan penjualan menjadi pertumbuhan laba menjadi salah satu hal penting yang akan terus dipantau.
Di sisi lain, sejumlah analis masih melihat adanya ruang bagi saham Adidas untuk naik. Data konsensus MarketScreener yang diterbitkan pada 17 Agustus 2026 menunjukkan target harga rata-rata 202,72 Euro berdasarkan 30 analis. Jika dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya sebesar 157,55 Euro, target tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 28,67 persen.
Meski demikian, pandangan analis tidak sepenuhnya seragam. Pada tanggal yang sama, UBS mempertahankan peringkat Adidas di posisi Netral dengan target harga 173 Euro. Artinya, meskipun ada analis yang melihat potensi kenaikan cukup besar, sebagian lainnya masih mengambil sikap lebih berhati-hati terhadap pergerakan saham Adidas.
Dari sisi bisnis, salah satu kekuatan utama Adidas tetap berasal dari lini produk performa, terutama sepatu lari. Produk ini masih menjadi bagian penting dari kategori performa perusahaan dan penjualan langsung kepada konsumen. Adidas juga terus mengandalkan pakaian dan aksesori, dengan produk-produk tersebut dipasarkan melalui berbagai saluran, mulai dari grosir dan toko ritel hingga e-commerce.
Dengan harga saham yang telah turun ke 152,60 Euro, perhatian investor berikutnya akan tertuju pada apakah Adidas mampu mempertahankan momentum penjualan dan memperbaiki pertumbuhan laba.
Jika kinerja tersebut terus membaik, target harga yang diberikan sejumlah analis dapat menjadi salah satu indikasi bahwa masih terdapat ruang bagi saham Adidas untuk kembali menguat.
BERITA TERKAIT: