Pada perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026, saham Adidas di bursa Eropa ditutup di 151 Euro, turun 3,14 persen dari hari sebelumnya.
Penurunan terjadi setelah pesaing Adidas, JD Sports, memangkas proyeksi pendapatannya. Kabar tersebut memicu aksi jual di sektor olahraga dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap melemahnya belanja konsumen, terutama di AS.
Bagi Adidas, kondisi pasar AS menjadi perhatian karena permintaan yang melemah dan persaingan harga telah menekan kinerja perusahaan di kawasan tersebut. Saham Adidas juga sudah melemah dalam beberapa pekan terakhir meski perusahaan sebelumnya menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya.
Investor kini juga menyoroti margin keuntungan Adidas. Perusahaan akan memasuki masa transisi kepemimpinan keuangan setelah Birgit Kretschmer bergabung dengan jajaran direksi pada 1 September dan menggantikan Harm Ohlmeyer sebagai CFO pada akhir tahun.
Meski menghadapi tekanan, terdapat sinyal positif dari internal perusahaan. CEO Adidas Bjørn Gulden membeli 3.212 saham Adidas pada akhir Juli dengan harga rata-rata 158,93 Euro per saham, dengan nilai transaksi sekitar 508.000 Euro.
Adidas juga masih menjalankan program pembelian kembali saham. Sementara itu, RBC Capital Markets tetap memberikan penilaian positif terhadap saham Adidas dan melihat peluang pertumbuhan di AS serta tanda-tanda stabilisasi di China.
Namun, UBS masih melihat risiko dari persaingan yang ketat, terutama di pasar sepatu lari. Kondisi tersebut membuat investor masih berhati-hati meski prospek penjualan Adidas tetap cukup kuat.
Pergantian CFO pada September dan laporan kinerja kuartal III pada 29 Oktober akan menjadi perhatian berikutnya. Investor akan melihat apakah Adidas mampu mempertahankan pertumbuhan penjualan sekaligus memperbaiki keuntungan perusahaan.
BERITA TERKAIT: