Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengatakan, pertumbuhan jumlah kendaraan listrik justru dapat mendorong investasi di sektor infrastruktur pengisian daya.
“Semakin banyak mobil yang populasi semakin meningkat, itu menarik bagi investor di sektor pengembangan SPKL,” kata Moeldoko kepada RMOL, dikutip Minggu, 27 September 2026.
Menurutnya, peningkatan jumlah kendaraan listrik dapat menghilangkan persoalan klasik dalam pengembangan ekosistem, yakni menunggu pertumbuhan kendaraan atau infrastruktur lebih dulu.
“Karena mobil semakin banyak, ini menarik investor di sektor pengembangan SPKL. Ini peluang lagi sebenarnya,” ujarnya.
Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya dalam memberikan kemudahan bagi investor untuk masuk ke sektor SPKLU.
“Dan pemerintah khususnya memberi kemudahan perizinan, memberi harga listrik yang nggak mahal, yang proporsional,” tegas Moeldoko.
Ia menilai, pengembangan kendaraan listrik harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem pendukungnya. Pemerintah perlu memberikan kemudahan agar pertumbuhan kendaraan listrik tidak berjalan sendiri tanpa dukungan infrastruktur.
“Karena jangan sampai nggak selaras, satu sisi pemerintah semangat untuk mengembangkan itu. Dilahirkan untuk bagaimana mempercepat pembangunan kendaraan listrik di Indonesia,” tuturnya.
“Persoalan-persoalan yang berkaitan dengan ekosistem tersebut, pemerintah harus turun, ikut, memberi kemudahan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: